Jadilah Penerima yang baik,,

Sering kita membandingkan apa yg kita peroleh dg yg org lain peroleh..
Kita krg bersyukur dg apa yg kita dpt pdhl itu mungkin mnjd harapan oleh sebagian org lain, pdhal Allah telah berjanji akan menambah Nikmat-Nya kpd sapa saja yg mau bersyukur,, so smg kita mnjd hambaNya yg slalu bersyukur ato Nikmat Tuhan mana yg engkau ingkari??

Pukis keju

Bahan:
500 gr Terigu segitiga
350 gr Gula
1/2 kaleng susu kental manis
3 butir Telur
1/2 sachet fermipan
250 gr Margarin cair
3 gelas santan
Vanili, garam secukupnya
Keju cheddar

Cara Membuat :
1. Kocok/mixer gula, telur, vanili sampai dengan mengembang
2. Campur terigu dg fermipan aduk rata. Masukan sedikit” ke dlm adonan di atas aduk searah jarum jam (jgn di mixer)
3. Tuang sedikit” susu, santan, margarin secara bergantian sambil terus di aduk searah tambahkan sedikit garam. Setelah tercampur rata siap untuk d cetak. Hiasi atasnya dg keju.

Hidup memang pilihan

Bangun awal adalah langkah pertama dlm memulai kehidupan ini, kita di beri waktu 1x24jam kali berapa tahun umur kita di dunia.
Hitung dalam 1 x 24jam : Berapa jam kita gunakan untuk istirahat/tidur, Brp jam kita gunakan unt beribadah kpd Nya, sisanya: kita habiskan unt apa waktu kita?? Menonton Tv kah? Ato Bekerja?
Semua itu pilihan, Hidup adalah pilihan,, yg kita nikmati esok adl hasil pilihan kita sekarang,,

Mulai dari hal” kecil namun sangat menentukan apa yg kita dapatkan kelak,, Lakukan apa yg bs d kerjakan skrg krn kita tak akan pernah tau apa yg terjadi semenit lagi,, sekali lagi ini pilihan,,

Share

//

Menulis Tidak Harus Berpendidikan (Tinggi)

Bener nih, tanpa pendidikan akademik kita bisa menulis? Bekal untuk menulis sepertinya tidak harus berlatar belakang akademisi tinggi, kecuali ingin berkarya pada tulisan-tulisan dan jurnal ilmiah. “Lha terus, orang tanpa pendidikan jurnalistik seperti saya ini apa ya bisa menulis?” “Lha setiap hari kan kirim sms, apa itu tidak bisa dikatakan menulis?” “Itu mah, ngetik, pakai jempol lagi.” Hahaha.. Apapun bentuknya jika outputnya bisa dibaca orang lain, itu saya sebut menulis.

Dalam tulisan terdahulu, telah disebut penulis-penulis yang telah mendapatkan hasil dari menulis, yaitu popularitas dan passive income, di antaranya JK Rowling, Ian Fleming, James Patterson. Dari dalam negeri ada Andrea Hirata, Habiburrahman El Shirazy, dan Raditya Dika.  Kalau melihat karya mereka, mestinya kita setuju kalau menulis tidak harus menguasai bidang akademis tertentu. Cukup imajinasi, sering membaca, dan latihan menulis. Itu saja? Sementara ini, cukup itu saja. Kita lihat, Harry Potter penyihir cilik berbakat, tokoh ciptaan JK Rowling ini mampu membius para pembacanya. Ian Fleming dengan imajinasinya menciptakan sosok James Bond, agen rahasia yang super hebat, dengan alat-alat canggihnya yang belum ada di dunia nyata waktu itu, dan James Patterson dengan roman percintaannya, adalah bukti bahwa khayalan pun bisa ditampilkan tanpa referensi ilmiah yang mendalam.

Rasanya tidak ada topik ilmiah tentang Penyihir dan Akademi Sihir dalam jurnal-jurnal terbitan Oxford University. Tidak ada juga, kan Agen Rahasia flamboyan sebagai obyek tulisan dalam thesis doktoral? Tapi faktanya adalah JK Rowling telah mendapatkan jutaan dollar dari Harry Potter, hasil imajinasi dalam dunia khayalannya.

Begitupun Andrea Hirata dan Habiburrahman El Shirazy. Dengan imajinasinya, mereka mengaduk-aduk hati dan perasaan banyak orang lewat novelnya Laskar Pelangi dan Ayat-ayat Cinta. Latar belakang pendidikan tinggi yang mereka miliki memang mendukung alur cerita dalam karyanya, tidak dalam metode dan proses penulisannya.

Memang menulis itu tidak harus berpendidikan formal, namun jika memiliki bekal akademisi akan mendukung hasil karya kita. Senada dengan pernyataan mantan Wapres Jusuf Kala, “Menjadi saudagar tidak perlu sekolah, namun memiliki pengetahuan akan jauh lebih baik”, yang saya kutip menjadi “Menulis tidak harus berpendidikan tinggi, namun memiliki pegetahuan akan jauh lebih baik”. Hehehe..

Bagaimana pendapat anda?

Persembahan untuk istriku tercinta di hari bahagianya.
Selamat Ulang Tahun, sayang.

Waktuku Makin Dekat

Aku tulis ini setelah mengikuti upacara 17 Agustus 2011, tepat di tengah-tengah bulan Ramadhan.

Surabaya, 17 Agustus 2011 – Anakku Azra sudah berumur 8 tahun sekarang. Azhar 6 tahun. Mereka masih terlihat imut dan lucu. Setidaknya menurutku seperti itu. Rassanya seperti kemarin saja aku menggendong dan meninabobokan mereka. Ingat itu, serasa waktu begitu cepat berlalu. Tahun 2003 bulan Juli, pertama kalinya selama hidup aku menggendong bayi berusia beberapa menit. Kedua kalinya aku alami bulan Juni 2005. Bahagia banget ternyata menggendong bayi mungil dan rapuh yang baru berusia beberapa menit itu. Continue reading

Menulis Itu Bermanfaat

Banyak sekali kisah tentang berubahnya hidup seseorang yang disebabkan karena yang bersangkutan baru saja membaca artikel yang inspiratif. Tak terhitung pula kesuksesan seseorang yang bermula dari membaca. Para penulis yang hasil karyanya banyak dibaca dan menginspirasi orang, bahkan membuat perubahan hidup menjadi lebih baik, tentunya mempunyai nilai sebaik dan setinggi karya yang dihasilkannya, meskipun itu cuma sekedar tulisan. Betul kan? Itulah salah satu manfaat menulis. Continue reading

hari ini

hari ini aku mencoba membuat blog

hhee…

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!